Penyebab Ejakulasi Retrograde disertai Metode Pengobatan dan Pencegahannya

Pada umumnya, air mani keluar dari penis saat pria mengalami ejakulasi normal. Berbeda halnya dengan kasus ejakulasi retrograde ini. Pada kasus ini, air mani kembali ke kandung kemih, sehingga menyebabkan berkurangnya jumlah air mani. Oleh karena itu, kondisi ini juga sering disebut dengan istilah ejakulasi kering atau orgasme kering.

Penyebab Ejakulasi Retrograde

Berbagai hal yang bisa memicu terjadinya kondisi ini memang perlu diketahui agar bisa berusaha untuk mengatasinya. Penyebab ejakulasi retrograde memang terdiri dari beberapa hal. Faktor penyebabnya yang pertama adalah diabetes yang bisa merusak organ dan saraf, termasuk bagian otot kandung kemih yang berpengaruh pada produksi air mani. Faktor penyebabnya yang kedua adalah adanya kerusakan pada sistem saraf yang terjadi di otot kandung kemih.

Tindakan pembedahan pada beberapa bagian, di antaranya prostat, kandung kemih, testikel, kolon, rektum, dan tulang belakang bagian bawah, bisa menyebabkan ejakulasi retrograde ini. Beberapa obat yang bisa menjadi penyebab ejakulasi retrograde adalah obat pembesaran prostat, obat antidepresan, dan obat anti-psikotik.

READ  7 makanan sehat bagi jantung

Metode Diagnosis dan Pengobatan

Mengenali ciri-ciri ejakulasi kering juga sangat membantu mengenali kondisi tubuh agar segera dapat memeriksakan diri ke dokter. Dalam hal ini, terdapat metode diagnosis yang harus dilakukan pada tahap awal pemeriksaan setelah Anda menyadari gejala ejakulasi kering ini. Dokter akan mengamati riwayat kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui kondisi dan penyebab gejala secara pasti.

Sampel urin akan dipakai sebagai bahan uji untuk melakukan diagnosis apakah Anda benar-benar mengalami ejakulasi retrograde atau tidak. Sebelum sampel urin diberikan, Anda disuruh untuk orgasme dengan teknik masturbasi dan barulah mengambil sampel urinnya.

Dikutip dari asmaraku.com, jika terdapat sperma dalam jumlah besar di dalam urin, itu artinya Anda mengalami ejakulasi retrograde dan dianjurkan segera melakukan prosedur mengatasi ejakulasi retrograde. Apabila sperma tidak terlihat, bisa disimpulkan bahwa kurangnya ejakulasi mungkin disebabkan oleh persoalan kelenjar yang memproduksi air mani. Anda harus melakukan tes lebih lanjut guna mengatasi hal ini.

READ  Inilah Pilihan Makanan Mengandung Sumber Protein Sehat

Setelah dipastikan mengalami ejakulasi kering, dokter akan memberikan metode pengobatan sesuai penyebab ejakulasi retrograde yang dialami pasien. Meskipun demikian, beberapa orang tidak mengobati kondisi ini dengan alasan bahwa kondisi ini tidak memengaruhi hubungan seksual. Akan tetapi, beda halnya dengan sebagian orang yang masih ingin mempunyai keturunan dan ingin memiliki proses di dalam tubuh yang normal.

Untuk mengatasinya, metode pengobatan dilakukan dengan mengatasi penyebabnya. Jika ejakulasi retrograde disebabkan karena pemakaian obat-obatan, maka pengobatannya bisa dilakukan dengan berhenti mengonsumsi obat yang bersangkutan. Akan tetapi, jangan berhenti dalam mengonsumsi obat yang diresepkan dokter sampai Anda berkonsultasi lagi dengan dokter. Beberapa obat yang diberikan adalah yang berkhasiat membantu menjaga kekuatan otot leher kandung kemih agar tetap berkontraksi saat ejakulasi.

Pada pasien yang berencana mempunyai keturunan, namun pengobatan dengan obat-obatan di atas belum membantu, maka pasien bisa melakukan fertilisasi in vitro atau yang dikenal dengan istilah bayi tabung. Dokter akan melakukan serangkaian prosedur pengambilan sperma untuk dimasukkan ke dalam proses inseminasi buatan atau fertilisasi in vitro.

READ  Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati Ejakulasi Dini

Upaya Pencegahan Ejakulasi Retrograde

Terkait dengan pencegahannya, tidak semua kondisi ejakulasi retrograde bisa dicegah. Pria yang memerlukan perawatan pembesaran prostat juga harus mempertimbangkan operasi yang kurang invasif, seperti halnya ablasi jarum transurethral (TUNA) prostat atau thermotherapy gelombang transurethral (TUMT). Operasi ini cenderung mengakibatkan kerusakan otot dan saraf.

Tindakan untuk mengontrol kondisi medis yang berakibat pada kerusakan saraf juga sangat efektif mencegah efek dari berbagai penyebab ejakulasi retrograde. Pria yang menderita diabetes harus mengonsumsi obat yang diresepkan dokter dan harus mulai menerapkan perubahan gaya hidup sehat, sesuai rekomendasi dokter.

 

Sumber Artikel:

www.asmaraku.com
doktersehat.com
www.honestdocs.id

Sumber Gambar:

www.detiksumsel.com
www.alodokter.com