Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini merupakan suatu kondisi saat seorang pria mengalami ejakulasi atau mengeluarkan sperma yang terlalu cepat saat melakukan hubungan seksual. Kondisi ini bisa mengakibatkan tidak tercapainya titik klimaks atau kepuasan seksual pada pasangan atau pada pria itu sendiri.

Cara mengobati ejakulasi dini harus segera diterapkan agar kondisinya bisa normal kembali. Dalam mengatasinya, pemeriksaan secara medis sangat membantu dan bisa memberikan metode penanganan yang tepat berdasarkan kondisi penyebabnya.

Penyebab Ejakulasi Dini

Terdapat berbagai penyebab yang memicu dialaminya ejakulasi dini, di mana seorang pria lebih cepat mengalami ejakulasi. Hal ini akan menyebabkan rasa malu dan frustasi karena ejakulasi sudah terjadi di awal masa hubungan intim. Penyebab kondisi ini memang beragam dan terbagi dalam beberapa faktor yaitu faktor psikologis, permasalahan dengan pasangan, dan disfungsi ereksi.

Dari segi faktor psikologis, seseorang bisa mengalami ejakulasi di awal karena tengah depresi, merasa bersalah saat berhubungan seksual, mengalami pengalaman seksual yang dini, mempunyai gambaran diri yang buruk, dan pernah mengalami kekerasan seksual di masa lalu. Penderitanya juga pada umumnya mengalami persoalan kecemasan tentang aspek seksualnya, seperti performa seksual dan sebagainya. Terkadang, kecemasan mengalami ejakulasi dini justru dapat memicu ejakulasi dini. Kondisi ini bisa dikonsultasikan untuk mendapatkan cara mengobati ejakulasi dini yang tepat.

READ  Penyebab dan Ciri-Ciri Ejakulasi Dini yang Perlu Diketahui

Terkadang, persoalan pada hubungan dengan pasangan bisa menjadi penyebab ejakulasi dini, terutama apabila sebelumnya jarang atau tidak pernah mengalami ejakulasi dini dengan pasangan. Mengenai penyebab terakhir yaitu disfungsi ereksi, penderitanya dapat merasa cemas dalam mencapai atau menjaga ereksi saat berhubungan intim. Oleh karena itu, penderita bisa terburu-buru melakukan ejakulasi. Hal tersebut bisa menjadi pola yang mengakibatkan ejakulasi dini.

Proses Diagnosis

Mengenal ciri-ciri ejakulasi dini berupa tidak mampu menahan ejakulasi dalam waktu kurang dari satu menit setelah penetrasi tentu bisa menjadi salah satu data dalam pemeriksaan diagnosis. Setelah memang mengalami tanda ejakulasi awal di atas, sebaiknya tetap dilakukan pemeriksaan medis ke dokter, termasuk melakukan proses diagnosis untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Diagnosis yang dilakukan terhadap masalah ejakulasi awal ditentukan oleh gejala yang dialami. Hasil diagnosis ini juga erat kaitannya dengan cara mengobati ejakulasi dini yang akan dijalankan penderitanya. Oleh karena itu, dalam wawancara medis yang dilakukan dokter, diperlukan untuk mengajukan pertanyaan agar memperoleh gambaran tentang gangguan ejakulasi dan kaitannya dengan kehidupan seksual Anda.

READ  Gangguan Napas Saat Tidur? Awas Itu Penyebab Fibrilasi Atrium.

Pertanyaan yang diajukan oleh dokter pada umumnya meliputi sudah berapa lama mengalami masalah ejakulasi, seberapa sering mengalami masalah ejakulasi, dan seberapa besar rangsangan seksual yang diperlukan untuk menyebabkan ejakulasi. Pertanyaan berikutnya adalah tentang frekuensi dialaminya masalah ejakulasi apakah hanya terjadi sesekali atau setiap kali melakukan hubungan seksual. Ditanyakan juga apakah mampu menahan ejakulasi sampai akhir penetrasi atau tidak serta apakah pasangan merasa tidak nyaman atau frustasi. Pertanyaan mengenai dampak ejakulasi dini terhadap aktivitas seksual dan kualitas hidup juga tak terlupakan.

Dikutip dari hellosehat.com, jika riwayat seksual penderitanya dinilai belum cukup untuk menggambarkan faktor penyebabnya, maka dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik umum. Pemeriksaan tersebut mencakup pemeriksaan saraf, prostat, atau tes urin untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi. Dokter juga merekomendasikan pemeriksaan darah atau pemeriksaan lainnya untuk mengetahui tingkatan hormon dan aspek lain yang berkaitan dengan itu.

READ  Ejakulasi Retrograde adalah Kondisi Serius? Simak Penjelasan Ini

Cara Mengobati Ejakulasi Dini

Sebagian besar kasus orgasme dini ini disebabkan karena faktor psikologis dan bisa ditangani dengan baik. Berbagai metode untuk mengatasi persoalan ejakulasi awal adalah anestesi topikal, obat yang dikonsumsi langsung, terapi psikologis dan perilaku, serta konseling.

Cara mengobati ejakulasi dini yang bisa dilakukan di rumah adalah mengubah kebiasaan hidup jadi lebih sehat. pertama, pertahankan gaya hidup sehat serta meningkatkan aktivitas olahraga. Hindarilah kebiasaan merokok serta mengonsumsi alkohol. Temukan juga cara untuk mengelola stres yang dialami dan perbaiki hubungan dengan pasangan. Pemakaian kondom juga bisa mengurangi stimulasi penis dan membantu hubungan seksual agar bisa bertahan lebih lama.

Menarik napas dalam untuk mencegah ejakulasi yang refleks sebelum orgasme terjadi juga diperlukan. Memberi jeda ketika berhubungan seksual dengan mengalihkan pikiran ke hal lain sesaat juga sangat membantu mengurangi rangsangan seksual yang memicu ejakulasi.

 

Sumber Artikel:

hellosehat.com, www.sehatq.com, www.alodokter.com

 

Sumber Gambar:

www.halodoc.com, doktersehat.com