Gangguan Napas Saat Tidur? Awas Itu Penyebab Fibrilasi Atrium.

Sumber : Alodokter.com

  • Atrial fibrilasi merupakan kondisi di mana terjadi gangguan sinyal listrik jantung. Lalu, apasih penyebab fibrilasi atrium? Nah, untuk memiliki pemahaman yang lebih detail dari penyakit ini, yuk, pahami cara kerja jantung.

Jantung manusia terdiri dari 4 ruang, yaitu dua ruang jantung atas yang disebut atrium dan 2 ruang jantung bawah yang disebut ventrikel.

Ketika dalam keadaan normal, sinyal elektrik dimulai dari pacemaker, yang disebut dengan sinus node. Pacemaker ini terletak di bagian ruang jantung kanan atas atau atrium kanan. Sinyal listrik ini yang menyebabkan denyut jantung. Seiring dengan sinyal yang bergerak melalui bagian atas jantung, atrium akan berkontraksi dan mengalirkan darah ke daerah bawah jantung. Kemudian sinyal listrik ini akan bergerak turun ke bagian bawah jantung dan menimbulkan ventrikel kontraksi dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

READ  7 makanan sehat bagi jantung

Namun, saat menderita atrial fibrilasi, sinyal mengalami gangguan dan jantung tidak dapat memompa darah dengan optimal. Hal ini menyebabkan denyut jantung meningkat, menjadi 100-175 kali per menit. Padahal denyut jantung normal Anda 60-100 kali per menit. Akibatnya, sinyal mulai berfibrilasi atau bergetar dan menjadi tidak teratur.

Menurut Docdoc, hal tersebut menjadikan persediaan darah menjadi tidak teratur juga. Nah, apabila paru-paru dan bagian tubuh lainnya tidak menerima jumlah darah yang cukup dari biasanya, pasien memiliki kemungkinan akan mengalami kondisi yang berbahaya lainnya.

Berikut ini hal-hal yang menjadi penyebab fibrilasi atrium.

  • Tekanan darah tinggi
  • Serangan jantung
  • Penyakit arteri koroner
  • Katup jantung abnormal
  • Kelainan jantung bawaan
  • Peningkatan aktivitas kelenjar tiroid atau ketidakseimbangan metabolik lainnya
  • Paparan terhadap zat aktif yang bersifat stimulan, seperti obat-obatan tertentu, kafein, tembakau, atau alkohol
  • Penyakit paru-paru
  • Riwayat pembedahan jantung sebelumnya
  • Infeksi virus
  • Gangguan napas saat tidur
  • Kondisi jantung tertentu seperti kardiomiopati hipertrofi yaitu kondisi di mana terjadi penebalan bagian dari otot jantung
  • Aterosklerosis yaitu penumpukan plak yang terjadi di arteri jantung
  • Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang kemungkinan dialami oleh pasien fibrilasi atrium.
  1. Usia. Semakin tua seseorang, semakin tinggi pula risiko untuk mengalami fibrilasi atrium.
  2. Penyakit jantung. Seorang individu yang memiliki riwayat penyakit jantung, termasuk kelainan katup jantung, penyakit jantung bawaan, penyakit jantung koroner, atau riwayat serangan jantung, memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami fibrilasi atrium.
  3. Tekanan darah tinggi. Pasien dengan riwayat penyakit tekanan darah tinggi, terutama bila tidak terkontrol dengan perubahan gaya hidup atau pengobatan, dapat meningkatkan kemungkinan fibrilasi atrium.
  4. Adanya penyakit lainnya. Individu dengan penyakit seperti kelainan kelenjar tiroid, gangguan napas saat tidur, diabetes, penyakit ginjal, ataupun penyakit paru-paru, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami fibrilasi atrium.
  5. Konsumsi alkohol. Bagi sebagian orang, mengonsumsi alkohol dapat memicu timbulnya gejala fibrilasi atrium.
  6. Obesitas. Pasien yang memiliki berat badan berlebih kemungkinan berisiko lebih tinggi untuk terjadinya fibrilasi atrium.
  7. Dilansir dari laman Hellosehat, Orang dengan kondisi kronik tertentu seperti masalah tiroid, sleep apnea, sindrom metabolik, diabetes, penyakit ginjal kronik atau penyakit paru dapat meningkatkan risiko fibrilasi atrial.
READ  Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati Ejakulasi Dini

Berikut tadi, sekilas ulasan mengenai penyebab dan faktor resiko terjangkit penyakit fibrilasi atrium. Nah, bagi anda yang memiliki kemungkinan resiko terkena penyakit ini, disarankan untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit supaya jika memiliki bibit penyakit ini dapat dilumpuhkan sedini mungkin. Sekian. Semoga bermanfaat.