Ejakulasi Retrograde adalah Kondisi Serius? Simak Penjelasan Ini

Dalam kondisi normalnya saat pria mengalami ejakulasi, air mani akan didorong lewat uretra serta keluar dari tubuh. Ejakulasi retrograde ini mempunyai kondisi yang berbeda, di mana air mani yang didorong ke uretra tersebut justru bergerak kembali ke kandung kemih. Akibatnya, air mani tersebut akan keluar dari tubuh ketika buang air kecil. Karena hal tersebut, persoalan ejakulasi ini disebut dengan istilah orgasme kering.

Ejakulasi retrograde adalah kondisi yang tergolong serius karena bisa menyebabkan infertilitas atau ketidaksuburan. Akan tetapi, kondisi ini tidak memengaruhi kemampuan dalam mengalami ereksi atau orgasme.

Tanda-Tanda Mengalami Ejakulasi Retrograde

Pada umumnya, pria dewasa yang sehat akan berejakulasi setengah sampai satu sendok teh air mani selama orgasme, tetapi jumlahnya sangat bervariasi. Pada pria dengan ejakulasi retrograde ini jumlah semen berkurang drastis atau mengalami ”klimaks kering” atau orgasme tanpa mengeluarkan air mani.

Dalam kondisi tersebut, seorang pria bisa mengalami orgasme, tanpa ejakulasi sama sekali atau sedikit sekali. Secara lebih detail, terdapat tanda khusus yang dapat dikenali agar lebih mudah dalam mengatasi kasus ini.

READ  Gangguan Napas Saat Tidur? Awas Itu Penyebab Fibrilasi Atrium.

Biasanya, ejakulasi retrograde adalah suatu kondisi yang tidak menyakitkan, bahkan banyak pria tidak menyadari bahwa ternyata tengah mengalaminya. Akan tetapi, Anda tetap harus waspada jika terjadi beberapa tanda khususnya agar bisa segera menyadari dan memeriksakannya ke dokter. Ciri-cirinya adalah terjadi penurunan jumlah air mani yang diproduksi selama orgasme, urin juga akan keruh usai orgasme, dan mengalami masalah kesuburan.

Fakta Ejakulasi Retrograde

Berdasarkan penjelasan di doktersehat.com, terdapat berbagai fakta mengenai ejakulasi retrograde yang perlu diketahui selain ciri-ciri dan penyebabnya. Apabila terjadi kondisi ini, ternyata pria tidak perlu mengobatinya jika mereka tidak berusaha untuk membuat pasangannya hamil. Meskipun demikian, memang memengaruhi kualitas hubungan seksual. Agar bisa mendapatkan kualitas yang baik, metode pengobatan harus dilakukan.

Penyebab Ejakulasi Retrograde

Jika berbicara mengenai penyebabnya, maka terdapat berbagai penyebab yang melatarbelakangi kondisi ini. Hal pertama yang memengaruhi adalah diabetes yaitu gula darah yang tidak terkontrol dalam waktu lama dan bisa merusak saraf serta organ, termasuk kandung kemih yang menyebabkan adanya orgasme kering ini. Kerusakan sistem saraf juga menjadi pemicunya yang bisa merusak saraf dan otot kandung kemih.

READ  Inilah Pilihan Makanan Mengandung Sumber Protein Sehat

Tindakan pembedahan pada tulang belakang bagian bawah yang sebelumnya pernah dialami juga bisa memicu kondisi ini. Tak hanya itu, pembedahan lain yang menyebabkan ejakulasi retrograde adalah pembedahan pada bagian prostat, testikel, rektum, kolon, dan kandung kemih. Pemberian obat juga sangat membantu, termasuk obat untuk pembesaran prostat, obat antidepresan, dan obat anti-psikotik.

Diagnosis dan pengobatan

Dalam sebagian besar kasus, proses diagnosis dilakukan dokter perawatan primer ataupun ahli urologi yaitu seorang dokter yang berspesialisasi dalam hal gangguan reproduksi pria serta masalah pada saluran kemih. Dokter akan melakukan wawancara medis dan bertanya tentang riwayat medis pasien, operasi yang pernah dilakukan, riwayat seksual, dan riwayat pemakaian obat-obatan saat ini. Berikutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang menyeluruh.

READ  7 makanan sehat bagi jantung

Untuk memastikan diagnosis, dokter juga melakukan pemeriksaan urinalisis. Akan tetapi, sebelum memberikan sampel urin, pasien diminta melakukan ejakulasi. Apabila pada pemeriksaan urin ditemukan banyak sperma, maka kemungkinan pasien memang menderita ejakulasi retrograde.

Ejakulasi retrograde memang tidak memerlukan perawatan khusus karena tidak mengganggu aktivitas seksual secara langsung dan kondisi ini tidak berisiko bagi kesehatan penderitanya. Akan tetapi, bagi sebagian orang kondisi ini perlu diobati karena pertimbangan kesuburan dan rasa percaya diri mereka.

Untuk penanganannya, dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan gejala yang dialaminya. Saat ejakulasi retrograde disebabkan pemakaian obat-obatan, maka pengobatannya dilakukan dengan berhenti mengonsumsi obat yang bersangkutan. Dokter akan memberikan resep obat untuk membantu meredakan gejala yang dialami. Jika pasien berencana mempunyai keturunan dan ternyata pengobatan dengan obat-obatan di atas tidak membantu, maka bisa melakukan fertilisasi in vitro atau yang dikenal dengan bayi tabung.

 

sumber artikel:

www.honestdocs.id, doktersehat.com, www.asmaraku.com

 

sumber gambar:

www.deherba.com, bogor.tribunnews.com